Wisata

BRI Liga 1, Dukung Modal UMKM untuk Pelestarian Budaya Lokal

 Senin, 28 Februari 2022, 12:20 WITA

Beritaklungkung.com

IKUTI BERITAKLUNGKUNG.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritaklungkung.com, Nusa Penida. 

Bank Rakyat Indonesia yang dikenal sebagai bank plat merah mendekatkan layanan hingga wilayah skup desa. 

Hal ini tidak terlepas dari visinya sebagai bagian dari pelaku usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM) agar tumbuh dan berkembang, naik level menjadi skala industri

Selain sokongan modal, BRI pun turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian budaya lokal, khususnya di Bali yang sangat lekat dengan unsur budaya yang kental. Seperti bantuan modal yang digelontorkan pada 2 pelaku UMKM di Klungkung, yakni Sinar Pande Rumah Wayang Kamasan yang memproduksi lukisan Wayang Kamasan dan Mahaayu Yadnya, yang bergerak dalam industri kerajinan uang kepeng.  

Sinar Pande Rumah Wayang Kamasan yang didirikan Wayan Pande Sumantra dan istrinya, Made Sinarwati sejak tahun 1997 hingga sekarang berlokasi di Banjar Pande Desa Kamasan Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung.

Selain memproduksi lukisan wayang Kamasan juga produk kerajinan lain seperti alat-alat upacara, kipas, tas, sandal dan produk lainnya dengan tetap bertema lukisan Wayang Kamasan.

Tempat Workshop yang di tempatnya juga digunakan sanggar menggambar dan mewarnai bagi anak-anak yang tertarik untuk belajar mengenai teknik menggambar termasuk teknik menggambar wayang Kamasan. Saat ini, kata Pande, sebanyak 35 anak yang sudah tertarik ikut belajar menggambar Wayang Kamasan.

"Ini upaya untuk regenerasi agar lukisan Wayang Kamasan tidak hilang begitu saja ditelan zaman global yang kini sudah serba digital, olahan seni keterampilan tangan jarang diasah," tuturnya saat dikunjungi tim media trip BRI Liga 1, Minggu (27/2/2022).

Sebelum pandemi covid-19, Pande mengungkap tempat workshop juga kerap didatangi wisatawan mancanegara (wisman) baik untuk sekedar mengenal ataupun tertarik hingga membeli langsung produknya. Hal itu ia lakukan bekerjasama dengan travel agent untuk dijadikan satu paket perjalanan.

"Kami tawarkan kepada wisman apakah memang mereka sambil makan disini nantinya atau hanya untuk belajar melukis," kata istri Pande, Sinarwati.  

Awalnya pasutri ini mengandalkan bantuan permodalan dari Bank BRI cabang Klungkung Rp3 juta di tahun 1997 dalam bentuk pinjaman kupedes. Setelah dinilai perkembangan usahanya tumbuh secara bertahap tiap tahun, hingga saat ini mereka juga memeperoleh pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Unit Gelgel senilai Rp50 juta.  

Untuk pemasarannya, Pande menuturkan selama ini banyak dilakukan dengan pameran dan pesanan langsung, serta reseller. Namun, semenjak pandemi, dia juga mulai menggeluti pemasaran secara online. Harga lukisan Kamasan yang dijual variatif mula berkisar Rp2 juta hingga Rp20 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.


Halaman :